Akalasia, penyakit tersembunyi di kerongkongan!

APA ITU PENYAKIT AKALAZIA?

Gangguan akalasia, yang didefinisikan sebagai gangguan gerakan yang terjadi di kerongkongan, meskipun jarang, mempengaruhi kehidupan pasien secara negatif. Penyakit Achalasia, yang terjadi akibat ketidakmampuan otot di persimpangan esofagus dengan perut untuk rileks saat makan, menyebabkan kesulitan menelan.

Prinsip kerja lambung dan esofagus adalah sebagai berikut; Dengan konsumsi makanan dan cairan, dorongan kontraksi terjadi. Dorongan ini mulai mengantarkan gigitan ke perut. Saat menelan, sfingter bawah mengendur dan gigitan masuk ke perut. Terjadinya atau ketidakcukupan relaksasi ini menyebabkan penyakit akalasia.

APAKAH ANDA MERASA BAHWA ANDA TELAH MELAKUKAN LEHER SAAT MAKAN?

Orang dengan akalasia merasa bahwa gigitan tersangkut di tenggorokan mereka karena tutup kerongkongan tidak terbuka saat makan. Gigitan yang tertelan menumpuk di kerongkongan dan orang tersebut melakukan proses menelan dengan minum banyak air untuk melewati kerongkongan. Dengan cara ini, penutup yang terdiri dari otot-otot di persimpangan esofagus dengan perut dibuka dan jalannya gigitan ke perut dipastikan dengan membuka penutup.

APA SAJA GEJALA AKALAZIA?

  • Kesulitan menelan
  • Sensasi menyengat dan menggantung saat makan,
  • Kesulitan menelan makanan padat dan cair,
  • Keinginan untuk minum air setelah setiap gigitan,
  • Nyeri dada
  • Sensasi terbakar di dada,
  • Pengembalian makanan yang belum dicerna melalui mulut (regurgitasi)
  • Kesulitan bersendawa.

Semua keluhan ini mulai memburuk seiring berjalannya waktu. Pada stadium lanjut penyakit ini, impuls kontraksi esofagus yang membawa makanan mulai melemah dan bahkan menghilang seiring waktu. Kerongkongan membesar. Keadaan ini membuat makanan sulit masuk ke perut. Bau tak sedap terjadi di mulut orang tersebut dan disertai dengan muntah. Penurunan berat badan terjadi seiring waktu. Makanan yang menumpuk di kerongkongan dapat keluar ke tenggorokan seiring waktu dan menyebabkan masalah paru-paru.

BAGAIMANA PENYAKIT AKALAZIA DIAGNOSA?

Kesulitan menelan merupakan temuan penting pada penyakit ini. Jika pasien datang dengan keluhan menelan, pemeriksaan fisik terlebih dahulu dilakukan pada pasien tersebut.

  • Rontgen dada dan paru-paru,
  • Endoskopi sistem pencernaan bagian atas
  • Barium graphy,
  • Tomografi terkomputerisasi (CT)
  • Pengukuran tekanan di kerongkongan dan bagian bawahnya,

BAGAIMANA PENYAKIT AKALAZIA DIOBATI?

Penentu terpenting dalam mengobati akalasia adalah stadium penyakit. Jika penyakitnya masih dalam tahap awal, perawatan medis diterapkan terlebih dahulu. Berkat obat-obatan yang diberikan, kontraksi otot-otot di bagian bawah kerongkongan terkendali dan relaksasi dipastikan. Cara lain adalah dengan memberikan obat ke bagian bawah kerongkongan melalui endoskopi. Selain itu, esofagus bisa diperbesar melalui endoskopi. Untuk ini, balon ditempatkan di bagian bawah kerongkongan dan digelembungkan. Ini menyebabkan kerongkongan membesar. Pada stadium lanjut penyakit, intervensi bedah dapat diterapkan.