Bahaya gula, apa yang gula lakukan bagi tubuh? Berikut adalah kerusakan yang ditimbulkannya pada tubuh

Ada yang bilang saya tidak bisa hidup tanpa gula, yang lain mengurangi konsumsi gula seminimal mungkin untuk kesehatan mereka. Jika penggunaan makanan yang dianggap sebagai kecanduan ini dilakukan secara berlebihan, maka akan meningkatkan risiko diabetes, obesitas, dan penyakit jantung. Gula tidak memiliki kontribusi untuk tubuh kita. Diketahui bahwa asupan fruktosa yang berlebihan, yang digunakan dalam banyak produk makanan jadi seperti biskuit, coklat, kembang gula dan secara alami ditemukan dalam buah-buahan dan sayuran, dapat memperburuk depresi dan kecemasan, terutama selama masa remaja, ketika reaksi terhadap stres berkembang. Berikut detailnya!

APAKAH KERUSAKAN GULA? APA PENGARUHNYA TERHADAP TUBUH?

-Itu secara negatif mempengaruhi kesehatan gigi.

Ini meningkatkan risiko perkembangan asam urat.

Ini menyebabkan penurunan fungsi kognitif.

Ini menyebabkan penuaan sel.

Ini dapat menyebabkan perlemakan hati.

- Meningkatkan resiko penyakit ginjal.

APAKAH KERUSAKAN GULA?

Penyebab timbulnya kerutan di kulit

Ketika molekul gula berada dalam jumlah berlebih di dalam tubuh, mereka mengubah struktur protein dengan mengikat protein dan fenomena ini disebut "glikasi". Akibat kombinasi ini, protein kolagen dan elastin, yang merupakan struktur terpenting kulit, bisa rusak. Kerusakan elastin dan kolagen, yang memberikan elastisitas dan kekencangan pada kulit, oleh molekul gula juga dapat menyebabkan kulit kendur, keriput, dan deformasi permukaan.

Memori melemah

Menurut penelitian yang dilakukan di Australian National University; Akibat gula darah yang berada di atas nilai normal untuk waktu yang lama, risiko penyusutan otak pada orang-orang ini lebih tinggi daripada pada individu normal. Penulis studi tersebut, Profesor Dr. Nicolas Cherbuin menyatakan bahwa penyusutan di bagian otak yang menyusun memori juga dapat menyebabkan masalah memori. Konsumsi gula yang berlebihan juga dapat menyebabkan defisit perhatian dan kesulitan belajar.

Ini melemahkan sistem pertahanan tubuh

Sel darah merah, yang merupakan bagian penting dari sistem kekebalan kita, dapat terjebak di antara vitamin C dan perlombaan molekul gula. Memiliki struktur molekul yang mirip dengan gula, vitamin C tidak dapat digunakan oleh sel kekebalan akibat konsumsi gula yang berlebihan dan menyebabkan melemahnya sistem kekebalan. Alhasil, risiko jatuh sakit pun semakin tinggi.

Meningkatkan risiko kanker

Dalam laporan American Dietary Guide tahun 2010, disebutkan 5 penyakit kronis yang berhubungan dengan diet. Salah satu penyakit terpenting ini adalah kanker. Secara alami mengandung butiran gula, susu dan produk susu, kacang-kacangan, juga mengandung zat seperti vitamin, mineral, antioksidan dan fitokimia yang berperan sebagai pelindung kanker. Sebaliknya, gula meja tidak mengandung bahan pengawet apa pun, selain kalori kosong. Selain itu, asupan gula yang tinggi secara tidak langsung meningkatkan risiko beberapa jenis kanker seperti kanker payudara dengan memicu terjadinya resistensi insulin dan obesitas. Studi telah menemukan hubungan positif antara beban glikemik makanan dan kanker payudara, kolorektal, endometrium, dan pankreas.