Apa saja manfaat asam jawa, baik untuk apa? Bagaimana asam jawa digunakan dan untuk apa?

Manfaat asam jawa yang merupakan salah satu makanan ajaib tidak hanya diakhiri dengan menghitung. Banyak penelitian ilmiah telah dilakukan terhadap makanan ini, yang sering terdengar meski tidak dikonsumsi secara berlebihan. Lantas, apa saja manfaat asam jawa menurut penelitian tersebut? Dalam berita kami, terdapat banyak sekali informasi penting dari kalori asam jawa dan nilai gizinya hingga manfaat dan bahaya asam jawa.

MANFAAT BESI

Asam jawa adalah obat rumahan yang terkenal untuk mengatasi sembelit, diabetes, kesehatan kulit, dan infeksi mikroba. Itu juga telah terbukti membantu menurunkan berat badan dan mencegah penyakit kardiovaskular. Mari kita verifikasi keyakinan ini dengan beberapa bukti ilmiah.

Dapat Mengurangi Kerusakan Hati

Peradangan kronis di tubuh Anda secara tidak langsung memengaruhi hati Anda. Dalam sebuah penelitian, tikus yang menderita artritis diberi ekstrak biji asam jawa. Hasil penelitian menunjukkan penurunan stres oksidatif hati.

Prosianidin aktif dalam ekstrak asam jawa melawan kerusakan akibat radikal bebas pada hati. Penurunan tingkat penanda inflamasi seperti glutathione, tiol total, glutathione peroksidase dan reduktase juga dicatat.

Dapat Mengurangi Sakit Perut dan Sembelit

Asam jawa secara tradisional digunakan sebagai obat pencahar karena memiliki kandungan asam malat dan tartarat yang tinggi. Asam jawa juga mengandung kalium bitartrat, bersama dengan bahan aktif lainnya, untuk meredakan sembelit.

Sembelit dan diare seringkali menyebabkan sakit perut. Ekstrak kulit kayu dan akar asam telah terbukti efektif dalam meredakan sakit perut. Di Nigeria, asam yang direndam dimakan untuk mengatasi sembelit.

Dapat Membantu Mengelola Diabetes dan Hiperglikemia

Asam jawa menurunkan kadar gula darah pada tikus diabetes. Buah ini dapat menetralkan hiperglikemia bahkan pada tikus penderita diabetes yang parah.

Salah satu penyebab terpenting dari diabetes adalah peradangan sel pankreas, terutama sel penghasil insulin (sel beta). Karena asam dapat menghambat produksi bahan kimia pro-inflamasi seperti TNF alpha, asam dapat melindungi pankreas dari kerusakan yang berhubungan dengan peradangan.

KALORI BESI DAN NILAI GIZI

Asam jawa kaya akan banyak nutrisi. Satu cangkir (120 gram) asam jawa mengandung:

RDI: Asupan harian yang direkomendasikan

  • Magnesium: 28% dari RDI.
  • Kalium: 22% dari RDI.
  • Besi: 19% dari RDI.
  • Kalsium: 9% dari RDI.
  • Fosfor: 14% dari RDI.
  • Vitamin B1 (tiamin): 34% dari RDI.
  • Vitamin B2 (riboflavin): 11% dari RDI.
  • Vitamin B3 (niasin): 12% dari RDI.

PELANGSING DENGAN BESI

Obesitas dikaitkan dengan jantung, hati, ginjal, dan berbagai gangguan metabolisme. Peneliti meneliti efek asam jawa pada manajemen berat badan dan obesitas dalam penelitian tikus. Daging buah asam ditemukan dapat menurunkan kolesterol jahat (LDL) dan meningkatkan kandungan kolesterol baik (HDL) dalam plasma.

Efek anti-obesitas ini terlihat ketika tikus yang menjalani diet tinggi lemak menerima 5, 25, atau 50 mg / kg ekstrak daging asam secara oral selama 10 minggu. Penelitian ini juga menyebabkan penurunan berat badan pada tikus tersebut.

Selain itu, ekstrak ini mengurangi aktivitas sintase asam lemak (FAS). FAS adalah enzim yang mendukung pembentukan jaringan adiposa dalam tubuh Anda. Ini juga mencegah oksidasi lipid oleh radikal bebas. Studi asam jawa pada tikus juga mengungkapkan sifat antioksidan dari ekstrak ini.

MANFAAT BESI BAGI KULIT

Dapat membantu mengelupas kulit dan mencerahkan kulit

Daging buah asam jawa telah digunakan sebagai scrub kulit alami sejak zaman dahulu. Mempromosikan kulit yang lebih halus dan lebih cerah karena adanya asam alfa-hidroksil (AHA). AHA dalam pasta asam termasuk asam tartarat (8-23,8%), asam laktat (2%), asam sitrat dan asam malat. AHA ini, bersama dengan pektin dan gula terbalik, melembabkan dan melembabkan kulit Anda.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menganggap buah asam jawa aman dan tidak beracun. Penelitian pada tikus tidak menunjukkan mortalitas / toksisitas bahkan setelah pemberian ekstrak dengan dosis 5000 mg / kg dan 3000 mg / kg.

Namun, ginjal Anda mungkin terpengaruh oleh kelebihan mineral. Akan lebih baik jika berkonsultasi dengan ahli gizi / ahli kesehatan untuk menentukan batas atas asupan asam jawa untuk Anda.

KERUSAKAN BESI

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menganggap buah asam jawa aman dan tidak beracun. Studi pada tikus tidak menunjukkan mortalitas / toksisitas bahkan setelah pemberian dosis 5000 mg / kg dan 3000 mg / kg ekstrak.

Namun, ginjal Anda mungkin terpengaruh oleh kelebihan mineral. Akan lebih baik jika berkonsultasi dengan ahli gizi / ahli kesehatan untuk menentukan batas atas asupan asam jawa untuk Anda.

Asam jawa umumnya dikonsumsi bersama sarinya.