Bagaimana penghentian kehamilan opsional dilakukan?

Untuk pengakhiran kehamilan, pasien ditempatkan terlebih dahulu di meja ginekologi dan diperiksa. Kemudian, jika anestesi umum akan diterapkan, akses vaskular dimasukkan dari lengan setelah pasien diberi tahu tentang prosedur yang akan dilakukan oleh ahli anestesi atau teknisi. Ini adalah prosedur yang sangat nyaman hanya dalam bentuk jarum suntik, dan ini akan menjadi satu-satunya rasa sakit yang dirasakan selama keseluruhan prosedur. Kemudian, obat anestesi disuntikkan melalui akses vaskular dan pasien ditidurkan.

Setelah pasien ditidurkan, serviks dibuat terlihat dengan membuka vagina dengan alat yang disebut "spekulm". Setelah vagina dibersihkan dengan larutan antiseptik, "leher rahim" (serviks) ditarik dengan alat yang disebut "teneculm" untuk memastikan posisi rahim yang rata.

Pertama, serviks membesar sesuai dengan minggu kehamilan dengan palang datar yang disebut "busi". Akhirnya, "injektor vakum" dimasukkan ke dalam rahim dan bahan kehamilan disedot sampai benar-benar dikeluarkan. Keseluruhan proses ini biasanya hanya memakan waktu beberapa menit dan pasien dibiarkan bangun segera setelah prosedur.

Bagaimana penghentian kehamilan sukarela dilakukan?

Hal yang perlu diperhatikan:

Pengakhiran kehamilan adalah "prosedur pembedahan" dalam segala hal. Namun, jika diterapkan oleh orang yang kompeten dan berpengalaman, risikonya hampir bisa diabaikan.

Sebelum proses penghentian kehamilan; Dengan USG, ukuran kehamilan dan lokasinya (lokalisasi) di dalam rahim harus ditentukan secara tepat dan riwayat kesehatan pasien harus diambil. Pasien harus diberitahu secara rinci dan jelas tentang prosedur yang akan dilakukan nanti. Dengan cara ini, pasien bisa lega secara psikologis.

Penghentian kehamilan dapat diterapkan di lingkungan bebas kuman (lingkungan steril), anestesi umum (teranestesi) dan lokal (teranestesi).

Jika prosedur penghentian kehamilan akan dilakukan dengan anestesi umum, pasien diminta untuk merasa lapar dan haus 4-5 jam sebelum prosedur. Tujuannya adalah untuk memastikan perut kosong dan untuk mencegah muntah setelah mual yang mungkin terjadi karena anestesi umum masuk ke paru-paru dan menelan.

Intervensi kurtas dengan anestesi lokal juga dapat dilakukan bila pasien sudah kenyang. Intervensi anestesi lokal adalah prosedur dengan obat anestesi yang dioleskan ke area serviks pasien. Dengan metode ini, risiko anestesi umum tidak diambil, tetapi pasien akan lebih merasakan nyeri dibandingkan anestesi umum.