8 bahaya asap rokok pasif

PENYEBAB KANKER YANG PALING PENTING

Merokok khususnya meningkatkan risiko kanker paru-paru hingga 90%. Diketahui terdapat lebih dari 4000 bahan kimia dalam asap rokok, sedikitnya 250 di antaranya berbahaya dan lebih dari 70 di antaranya menyebabkan kanker, penyebab penyakit berbeda dengan pertanyaan jenis kanker, jantung dan pembuluh darah. Diketahui bahwa rokok elektronik yang akhir-akhir ini menjadi salah satu pilihan untuk berhenti merokok mengandung banyak bahan kimia yang dapat menyebabkan kanker sehingga tidak boleh digunakan.

RISIKO DIURANGI DALAM 10 TAHUN SETELAH BERHENTI

Kerusakan kesehatan akibat merokok dimulai saat digunakan. Merokok; Ini langsung mencapai mulut, lidah, tenggorokan, kerongkongan, tenggorokan, paru-paru dan perut. Zat berbahaya dalam kandungannya mencapai dan merusak banyak organ seperti jantung, otak, pembuluh darah, ginjal, kandung kemih dalam hitungan detik. Untuk alasan ini, orang tersebut tidak boleh merasa terlambat untuk berhenti merokok dan tubuh tidak boleh kehilangan kesempatan untuk memperbaharui dirinya sendiri. Pada mereka yang berhenti merokok, risiko penyakit jantung dan kanker juga menurun secara bertahap selama bertahun-tahun. 10 tahun setelah berhenti merokok, risiko penyakit jantung dan kanker mendekati hampir sama dengan non-perokok.

ANAK-ANAK LEBIH TERPENGARUH

Perokok pasif adalah paparan asap dari produk tembakau seperti rokok, cerutu, pipa, hookah, rokok elektronik yang digunakan oleh orang lain. Terkena asap tembakau juga mengundang banyak penyakit yang mengancam jiwa, terutama kanker. Anak-anak lebih terpengaruh oleh asap rokok daripada orang dewasa, dan paparan ini pada usia yang lebih muda juga meletakkan dasar untuk penyakit serius di masa depan. Perlu diketahui bahwa anak-anak jauh lebih peka terhadap efek berbahaya dari asap tembakau, dan oleh karena itu menciptakan ruang udara bebas asap rokok harus menjadi tugas terpenting setiap orang di komunitas.

MINUMAN PASIF ADALAH KEHIDUPAN YANG MENGANCAM

* Dapat menyebabkan kanker paru-paru pada orang yang tidak pernah merokok.

* Ini memicu penyakit jantung dan serangan jantung.

* Menyebabkan masalah seperti batuk, dahak, menggeram dan sesak napas.

* Bayi dari ibu yang merokok secara pasif saat hamil memiliki risiko lebih tinggi lahir lebih kecil.

* Bayi yang terpapar perokok pasif setelah lahir memiliki lebih banyak infeksi paru-paru dibandingkan bayi lainnya.

Perokok pasif menyebabkan serangan yang lebih sering dan parah pada anak-anak penderita asma.

* Anak-anak yang terpapar asap rokok lebih cenderung mengalami bronkitis, pneumonia, dan infeksi telinga.

* Sindrom kematian bayi mendadak dapat terlihat pada beberapa bayi yang terpapar perokok pasif.