Tanggapi batuk pagi Anda dengan serius

APAKAH COPD PENYAKIT PROGRESIF?

Ya, ini progresif. Namun, hal itu bisa dicegah dan diobati. Asap rokok dan gas berbahaya yang dihirup dalam waktu lama adalah penyebab terpenting. Kedua faktor ini mulai mengganggu struktur bronkus dan kantung udara selama bertahun-tahun. Akibatnya, 'bronkitis obstruktif' terjadi dengan penyakit bronkus, dan 'emfisema' dengan kerusakan dan pecahnya kantung udara.

APA YANG MENINGKATKAN RISIKO?

? Penyakit paru-paru yang berkepanjangan seperti asma.

? Polusi udara.

? Tempat kerja tempat debu dan bahan kimia terhirup.

? Polusi udara dalam ruangan, seperti rumah yang berventilasi buruk.

? Faktor risiko terpenting adalah merokok. Itu terjadi pada satu dari setiap 4 orang yang menghisap produk tembakau seperti rokok atau cerutu. Diperkirakan setidaknya ada 5 juta pasien PPOK di negara kita.

? Paparan asap rokok.

APA GEJALA ITU?

? Batuk dan dahak: Mereka adalah pembawa pesan awal COPD. Awalnya keluhan ini hanya terlihat di pagi hari, keluhannya kecil-kecilan. Ini umumnya diabaikan karena dianggap sebagai konsekuensi alami dari merokok. Jika merokok terus berlanjut, penyakit berkembang, batuk menjadi lebih parah dan jumlah dahak meningkat.

? Sesak napas: Mungkin ada sesak napas saat berjalan cepat dan menaiki tangga. Dengan perkembangan penyakit, sesak napas terlihat bahkan selama istirahat.

KELUHAN DI TAHAP BERIKUTNYA

? Berkeringat berlebihan,

? Memar di lidah, bibir, ujung jari,

? Sakit kepala yang parah,

? Insomnia di malam hari dan kantuk siang hari,

? Kelupaan, kecerobohan, lekas marah yang ekstrim,

? Potensi seksual menurun,

? Gangguan pencernaan, perut kembung dan sembelit,

? Mati rasa, rasa terbakar di tangan dan kaki, tangan gemetar,

? Mengi,

? Kemacetan dada,

? Batuk darah

? Dengan perkembangan penyakit lebih lanjut, gagal jantung berkembang dan edema (akumulasi air) di kaki dimulai. Pada penderita gagal jantung, sesak nafas menjadi sangat berat dan penderita menjadi tidak dapat memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Pasien pada tahap ini biasanya merasa perlu menggunakan mesin oksigen secara terus-menerus.

JANGAN BERLATIHAN BERAT

Rekomendasi pengobatan yang berguna untuk meningkatkan kualitas hidup pasien COPD:

? Berhenti merokok dulu. Dengan demikian, perkembangan penyakit melambat.

? Berolahragalah sebanyak yang Anda bisa untuk meningkatkan kapasitas pernapasan paru-paru. Duduk dan menghindari olahraga terus-menerus melemahkan otot dan meningkatkan sesak napas.

? Hindari olahraga berat (seperti membawa beban berat, bekerja di kebun).

? Jangan pergi keluar dalam cuaca dingin dan kotor.

? Biasakan makan dalam jumlah kecil dengan interval yang sering dan setiap kali makan.

? Biarkan makanan Anda terdiri dari makanan yang lebih encer (sup, hidangan sayur yang berair). Sesak napas meningkat setelah makan padat dan berat.

LINGKUNGAN UAP BERBAHAYA

¦ Hindari makanan yang dapat menyebabkan gangguan pencernaan dan keluhan kembung.

¦ Konsumsi banyak cairan (air, jus buah non-asam, teh herbal).

¦ Berat badan yang berlebihan menambah keluhan. Jika Anda kelebihan berat badan, upayakan untuk menurunkan berat badan. Untuk ini, jauhi makanan berlemak, manis dan tepung.

¦ Kelembaban berkurang di dalam rumah yang dipanaskan dengan pemanas. Keringnya udara di dalam rumah menjadi pemicu terjadinya batuk. Pastikan Anda membasahi udara.

¦ Jangan mandi dengan air yang sangat panas, jangan tinggal terlalu lama di lingkungan yang beruap.

¦ Dapatkan vaksinasi flu setiap tahun di musim gugur. Jangan tinggal di tempat keramaian selama wabah flu terjadi. Untuk menghindari penyakit infeksi, hentikan kebiasaan mencium pipi. Dengan flu, penyakit tiba-tiba menjadi parah, keluhan menjadi lebih parah, dan biasanya pasien perlu dirawat di rumah sakit dan dirawat.

¦ Setelah bernafas dalam-dalam saat sesak nafas semakin parah, embuskan nafas anda secara perlahan dengan mengontraksikan bibir anda seperti peluit. Semakin sering Anda melakukannya, Anda akan semakin rileks.

¦ Duduklah di sofa, sofa atau kursi yang nyaman dengan punggung tegak. Letakkan satu tangan di dada dan tangan lainnya di perut. Tangan di dada Anda tidak boleh bergerak saat Anda bernapas. Tarik napas dalam hidung sambil mengucapkan angka "satu, dua". Jangan gerakkan dada Anda saat bernapas, otot perut Anda bergerak ke atas. Kemudian, dengan mengucapkan angka "satu, dua, tiga, empat", embuskan kembali napas yang Anda hirup melalui hidung. Anda harus melanjutkan latihan ini sampai pernapasan ini menjadi kebiasaan. Dengan demikian, otot diafragma pernapasan menguat.