Apa manfaat paprika? Manfaat kesehatan paprika

Paprika telah menjadi makanan yang sangat digemari di bidang kesehatan belakangan ini. Selain rasa yang ditambahkan paprika pada makanan, manfaat kesehatannya juga luar biasa. Lantas apa saja manfaat paprika? Tidak hanya kaya antioksidan tetapi juga kaya vitamin dan mineral. Inilah manfaat kesehatan luar biasa dari paprika yang disebut cabai merah!

Paprika penuh dengan mikronutrien dan senyawa bermanfaat, 1 sendok makan (6,8 gram) paprika mengandung proporsi nutrisi berikut.

  • Kalori: 19
  • Protein: kurang dari 1 gram
  • Lemak: kurang dari 1 gram
  • Karbohidrat: 4 gram
  • Serat: 2 gram
  • Vitamin A: 19% dari Nilai Harian (DV)
  • Vitamin E: 13% dari DV
  • Vitamin B6: 9% dari DV
  • Besi: 8% dari DV

Secara khusus, jumlah kecil ini memiliki hampir 20% dari kebutuhan vitamin A harian Anda.

Bumbu ini juga mengandung berbagai antioksidan yang memerangi kerusakan sel akibat molekul reaktif yang disebut radikal bebas.

Kerusakan radikal bebas terkait dengan penyakit kronis, termasuk penyakit jantung dan kanker. Oleh karena itu, mengonsumsi makanan yang kaya antioksidan dapat membantu mencegah kondisi tersebut.

Antioksidan utama dalam paprika termasuk dalam keluarga karotenoid dan termasuk beta karoten, capsanthin, zeaxanthin, dan lutein. Beberapa jenis cabai rawit, terutama yang pedas, mengandung senyawa capsaicin. Capsaicin dianggap mengikat reseptor di sel saraf Anda untuk mengurangi peradangan dan nyeri.

Oleh karena itu, dapat melindungi dari berbagai kondisi inflamasi dan autoimun, termasuk radang sendi, kerusakan saraf, dan masalah pencernaan.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa krim topikal yang mengandung capsaicin membantu mengurangi rasa sakit yang disebabkan oleh artritis dan kerusakan saraf, tetapi penelitian tentang tablet capsaicin lebih terbatas.

Paprika dapat mengatur kadar kolesterol Anda. Secara khusus, kapsanthin, karotenoid dalam bumbu populer ini, dapat meningkatkan kadar kolesterol HDL (baik), yang dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit jantung.

Sebuah studi selama dua minggu menemukan bahwa tikus yang diberi diet yang mengandung capsicum dan capsanthin mengalami peningkatan yang signifikan dalam kadar HDL dibandingkan dengan tikus yang diberi diet kontrol. Karotenoid dalam paprika juga dapat membantu menurunkan kadar kolesterol total dan LDL (jahat), yang terkait dengan peningkatan risiko penyakit jantung.