Alzheimer akan hilang dengan pengobatan ini

Penelitian oleh Macquarie University Australia menjadi harapan baru bagi pasien Alzheimer. Ilmuwan melakukan penelitian pada tikus dengan demensia lanjut. Dr. Arne Ittner dan Dr. Dalam studi gen yang dilakukan oleh Lars Ittner, enzim 'p38gamma' yang secara alami ditemukan di otak digunakan. Peneliti menemukan bahwa ketika p38gamma diaktifkan, protein yang efektif dalam perkembangan penyakit Alzheimer bisa berubah.

SUKSES LENGKAP DI MICE

Menurut temuan yang dipublikasikan di Acta Neuropathologica, pengobatan tersebut sangat meningkatkan gangguan memori dan bahkan efektif dalam memulihkan memori yang hilang pada tikus dengan penyakit Alzheimer lanjut. Menyatakan bahwa mereka hanya bertujuan untuk menghentikan perkembangan Demensia ketika mereka mulai mengerjakan terapi gen, Profesor Lars Ittner menyatakan bahwa pengobatan tersebut juga mengembalikan memori yang terhapus. Menurut para ilmuwan, bahkan ketika pengobatan diterapkan untuk waktu yang lama dan pada dosis tinggi, tidak ada efek samping yang dialami. Melanjutkan studi mereka, para ahli mencatat bahwa langkah selanjutnya adalah mencoba pengobatan pada manusia. Menyatakan bahwa terdapat banyak penelitian untuk mencegah penyakit Alzheimer, Profesor Ittner menyatakan bahwa sangat sedikit penelitian yang dapat mengembalikan ingatan yang hilang. Diperkirakan pengobatan tersebut bisa digunakan dalam waktu kurang dari 10 tahun.

DI DALAM DUNIA20 JUTA600 RIBU DI TURKIADA PASIEN

Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia 2019, terdapat 20 juta pasien Alzheimer di dunia dan lebih dari 600 ribu di Turki. Presiden Asosiasi Alzheimer Turki Prof. Dr. Haşmet Hanağası memperingatkan bahwa kejadian Alzheimer akan meningkat dengan mengatakan bahwa sekitar satu dari 10 orang pada tahun 2023 dan satu dari lima orang pada tahun 2050 akan berusia di atas 65 tahun di Turki. Oleh karena itu, setiap studi tentang pengobatan penyakit Alzheimer di dunia berkaitan erat dengan Turki.

MENCARI Istrinya, BUATAN TURKI

Di Bilecik Söğüt, Mustafa Turgutoğlu (84) membuat Turki menangis dengan melihat istrinya yang menderita penyakit Alzheimer seperti bayi di desa Sırhoca, di mana tidak ada orang lain yang tersisa kecuali mereka, dan kepala desa serta warga lainnya yang tinggal di pusat distrik sesekali dikunjungi. Di Bilecik, dua keluarga bertetangga, Mustafa dan Havva Turgutoglu, yang dibesarkan sebagai adopsi dan menikah, dan mencari nafkah dengan bekerja di desa, telah menjadi subyek banyak film dokumenter dan berita, karena mereka menunjukkan kesetiaan dan kesetiaan mereka kepada masing-masing. lain dalam hidup mereka persahabatan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun. Terlepas dari penyakit Alzheimer yang tiada henti, pandangan penuh kasih dan kesetiaan pasangan tua itu terukir dalam kenangan.