Bagaimana Diare Pada Bayi?

Apakah Diare itu?

Diare menyebabkan dehidrasi. Oleh karena itu, ini sangat penting pada anak-anak dan bayi. Dalam pengobatan diare, pemberian air dan makanan yang encer adalah aturan dasarnya. Bila terjadi mual dan muntah sebaiknya diberikan makanan secara bertahap dan sering. ASI tidak boleh dihentikan pada bayi yang disusui. Formula diare untuk bayi yang diberi susu botol dijual siap pakai, dan sebaiknya berikan makanan ini kepada anak sampai diare hilang.

Bagaimana Diare Pada Bayi?

♦ Ikuti dengan ketat aturan pembersihan. Cuci tangan Anda dengan sabun sebelum menyiapkan susu formula dan setelah membersihkan pantat bayi. Rebus botol dan perlengkapan makan bayi kecil.

♦ Berhati-hatilah untuk minum banyak cairan. Bubuk diare sudah tersedia untuk menggantikan air dan garam yang hilang. Jika ini tidak dapat dicapai, Anda dapat menyiapkannya di rumah sebagai berikut:

Campur 5 cangkir air 2 sendok makan gula dan 1 sendok teh garam. Jika anak berusia kurang dari dua tahun, minumlah satu cangkir teh per diare atau muntah, dan jika lebih dari 2 tahun, minumlah satu cangkir cairan ini per diare atau muntah. Mungkin tidak mungkin untuk meminum cairan ini secara tiba-tiba. Untuk ini, akan lebih baik minum satu sendok teh setiap menit.

♦ Anda bisa memberi buah-buahan seperti persik, apel, pisang. Jangan berikan minuman asam seperti cola, fanta, makanan manis dan berlemak seperti gula coklat. Anda juga bisa memberi bubur nasi, kentang tumbuk, sup yoghurt. Teh, quince, hazelnut, lemon juga bagus untuk diare. Jangan berikan susu pada anak yang lebih besar dengan diare.

Jika diare anak Anda berlangsung lebih dari 6 jam, darah di tinja

Jika ada tanda-tanda dehidrasi, segera hubungi dokter. Obat anti diare tidak digunakan pada anak-anak. Penyebab diare diselidiki dan pengobatan diterapkan sesuai penyebabnya.

Gejala dehidrasi: Mulut dan bibir kering, warna gelap dan padat dalam urin, ketidakmampuan buang air kecil selama enam jam, lesung mata, keroposnya ubun-ubun, kantuk berlebihan dan lemas.

Diare adalah peningkatan jumlah dan jumlah buang air besar secara tiba-tiba. Bahaya terbesar diare adalah tubuh mengering akibat kehilangan cairan berlebih. Ini dapat memanifestasikan dirinya dengan gejala seperti lidah dan mulut kering, sedikit buang air kecil, atau urin berwarna gelap dan kental. Tujuan utama pengobatan diare adalah untuk mencegah dehidrasi.

Pengobatan utama untuk diare adalah meningkatkan asupan cairan dan modifikasi pola makan. Perawatan diet yang tepat tergantung pada tingkat keparahan diare dan usia anak Anda. Jangan mengubah pola makan anak Anda kecuali anak Anda memiliki tinja yang encer lebih dari 4 kali sehari.

- diberi makan

- Anak-anak yang lebih tua dari 2 tahun (dengan diare yang sering dan encer) tidak perlu diberi makan, karena mereka bisa makan di meja makan. Makanan seperti nasi, roti, kerupuk, wortel, kentang, pisang, saus apel, roti bakar cocok untuk kasus ini. Biskuit asin membantu anak Anda memenuhi jumlah garam yang mereka butuhkan. Jika terjadi dehidrasi, Anda bisa memberikan larutan elektrolit dan gula oral yang akan direkomendasikan dokter Anda. Anda bisa memberi susu dan air di hari kedua. Jus buah bisa meningkatkan diare.

Perhatian: Jika anak Anda menolak makanan padat, beri dia susu.

- Anak yang disusui (dengan sering diare encer): Bayi yang mendapat ASI dalam 3 minggu pertama kehidupan biasanya buang air besar setelah setiap menyusu. Kadang-kadang tinja berwarna hijau dan konsistensinya berair. Feses harus dianggap normal sampai lendir, darah, atau bau busuk terdengar. Jika laju buang air besar bayi meningkat, kemungkinan besar bayi mengalami diare. Bayi Anda mungkin tidak mau menyusu, terlihat sakit dan demam. Jangan lupa bahwa cola, kopi dan teh herbal dalam menu makanan ibu bisa meningkatkan pergerakan usus. Jika bayi mengalami diare, menyusui lebih sering. Tambahkan makanan padat untuk bayi yang diberi susu formula. Jika urin menurun pada diare yang parah (berair dan sering), bayi Anda sangat lelah dan mungkin membutuhkan cairan dari akses vaskular. Pantat bayi mungkin mengalami iritasi akibat diare. Untuk mencegahnya, cuci diare Anda setelah buang air besar dan oleskan krim pelindung. Perawatan ini sangat diperlukan pada malam hari. Berguna juga untuk sering mengganti popok bayi.