Bahaya merokok selama kehamilan?

Selama kehamilan, wanita mengalami ketidakteraturan hormonal dan beberapa perubahan terjadi pada tubuh mereka yang tidak terpapar dalam waktu yang biasanya. Penyimpangan hormonal selama kehamilan meningkat secara signifikan dengan merokok. Ini berdampak negatif bagi ibu hamil dan bayinya, yang dapat menyebabkan konsekuensi abadi. Berdasarkan studi yang dilakukan oleh American Society of Reproductive Medicines, terbukti bahwa wanita dan pria yang rutin merokok memiliki kemungkinan dua kali lebih besar untuk mengalami masalah reproduksi dibandingkan dengan rekan-rekan mereka yang tidak merokok.

Apakah merokok mencegah kehamilan?

Jika wanita yang merokok secara teratur dan ingin hamil menyampaikan keinginannya kepada dokter kandungan, saran pertama yang akan diberikan oleh dokter adalah berhenti merokok. Merokok dapat mencegah kehamilan dan membahayakan bayi, terutama pada tahap awal kehamilan. Apalagi jika merokok menjadi pertanyaan selama kehamilan, tidak tertutup kemungkinan bayi akan lahir dengan berbagai anomali.

Di sisi lain, menjadi perokok pasif juga merupakan situasi yang berisiko bagi janin. Perokok pasif telah ditempatkan dalam kategori A di antara klasifikasi risiko karsinogenik oleh Badan Perlindungan Lingkungan. Artinya perokok pasif merupakan faktor penting penyebab kanker.

Apakah merokok menyebabkan keguguran?

Keguguran adalah peristiwa yang sangat tragis bagi seorang wanita, terlepas dari minggu kehamilannya. Keguguran terutama terjadi pada 3 bulan pertama kehamilan. Ini jarang bisa dilakukan hingga minggu ke-20. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di AS, merokok menyebabkan peningkatan risiko lahir mati serta keguguran. Penyebab terpenting dari efek merokok pada kehamilan ini adalah bahan kimia dalam rokok.

Masalah kehamilan lainnya akibat merokok adalah lambatnya perkembangan plasenta atau janin. Masalah ini secara tidak langsung menyebabkan peningkatan risiko keguguran dan lahir mati.