Apa saja gejala penyakit ALS?

Penyakit ini mempengaruhi saraf motorik dan mencegah pergerakan otot. Kelumpuhan berkembang pada stadium lanjut penyakit. Di sisi lain, kemampuan mental umumnya tidak terpengaruh. Arti nama penyakitnya adalah otot-otot di sisi lateral (lateral) yang memberi makan otot-otot di sumsum tulang belakang rusak dan otot-otot tidak diberi makan dan kaku.

Apa Gejalanya?

Karena gejala awal penyakit ini sangat ringan, seringkali tidak diketahui. Penyakitnya dimulai dengan kelemahan otot, terutama di bagian lengan dan tungkai. Berbicara, mengunyah, dan bernapas terpengaruh. Akumulasi air liur di mulut akibat gangguan menelan juga membuat sulit berbicara.

Ketika otot tidak distimulasi oleh saraf, strukturnya akan memburuk dan menjadi tidak berfungsi. Lengan dan kaki menjadi lebih kurus. Mungkin ada kedutan dan kram, terutama di otot tangan dan kaki. Seseorang tidak dapat menggunakan lengan dan kakinya dengan baik. Mungkin ada tangisan dan tawa yang tak terkendali.

Gejala awal tidak sama pada setiap pasien. Beberapa pasien mulai terjebak dan tersandung di atap karpet; Beberapa pasien merasa sulit untuk mengangkat barang, sementara yang lain menemukan bahwa mereka mengucapkan kata-kata saat berbicara.

Kelemahan otot pertama kali dimulai pada satu kelompok otot dan secara bertahap menyebar ke kelompok otot lainnya. Derajat disfungsi otot dan perkembangan penyakit bervariasi dari satu pasien ke pasien lainnya. Otot pernapasan yang semakin terpengaruh dan gangguan pernapasan terkait adalah tahap terakhir dari penyakit ini.

Umumnya, indra, fungsi saluran kemih dan usus serta fungsi seksual tidak terpengaruh pada penyakit ini. Otot jantung tidak rusak. Otot mata sering kali menjadi otot terakhir yang terpengaruh, dan terkadang tidak terpengaruh sama sekali. Kemampuan mental orang tersebut normal.

Bagaimana Didiagnosis?

ALS adalah penyakit yang menyangkut spesialisasi neurologi yang disebut neurologi. Karena penyakit ini dapat disalahartikan sebagai penyakit otot dan saraf, diagnosis dapat memakan waktu lama. Dalam diagnosis, metode pencitraan resonansi magnetik dan elektromiogram dapat digunakan untuk mengevaluasi otot dengan mengambil sebagian darinya, dan untuk memeriksa darah. Elektromiogram adalah tes yang menunjukkan apakah aktivitas otot normal.

Beberapa orang memiliki beberapa penyakit saraf motorik yang kemudian berubah menjadi jenis ALS yang umum. Ini:

Kelumpuhan bulbar progresif: Ini mempengaruhi batang otak, menyebabkan kesulitan berbicara dan menelan.

Atrofi otot progresif: Ini menyebabkan kelemahan pada otot rangka dengan mempengaruhi saraf motorik bagian bawah.

Sklerosis lateral primer: Ini menyebabkan spastisitas dengan mempengaruhi saraf motorik atas, perkembangannya lebih lambat.

Apa Metode Perawatannya?

Penyakit yang masih belum bisa disembuhkan itu diobati untuk gejalanya. Ini bertujuan untuk mencegah efek yang tidak diinginkan, untuk meringankan pasien dan untuk menjalani hidup normal sebanyak mungkin.

Penelitian sedang dilakukan untuk menemukan obat yang secara langsung mengatasi penyakit ini. Riluzol, obat pertama yang mempengaruhi perkembangan penyakit, dilisensikan di Amerika Serikat pada tahun 1995. Bahan aktif ini diperkirakan menghambat glutamat, sebuah neurotransmitter rangsang yang diduga menyebabkan kerusakan saraf motorik. Obat tersebut dianggap memperlambat perkembangan penyakit, memperpanjang umur pasien, dan memungkinkan pasien untuk bekerja lebih lama.

APAKAH ADA PENGOBATAN UNTUK PENYAKIT ALS?

MENGAPA JUGA MENYAKIT? APA GEJALA ITU?