Apa manfaat nasi?

Beras adalah satu-satunya biji-bijian yang tumbuh di air. Fakta bahwa ia membutuhkan tanah yang subur untuk tumbuh memberikan peningkatan vitamin dan mineral dalam komposisinya. 100 gram nasi kurang lebih sama dengan 100 kalori. Meskipun mengandung 25 gram protein dan 250 gram karbohidrat, namun tidak mengandung lemak. Menurut informasi yang diberikan oleh ahli diet, beras;

Ini sangat kaya akan vitamin grup B. Sementara vitamin B memperkuat sistem kekebalan dan meningkatkan daya pertahanan tubuh melawan kanker, vitamin B juga sangat penting untuk kesehatan otak. Kanker, tingkat Alzheimer dan depresi jauh lebih umum pada individu dengan malnutrisi di grup B.

Beras adalah sumber kalsium, fosfor, dan vitamin D. Oleh karena itu bermanfaat untuk perkembangan tulang, kesehatan kulit dan kuku. Nasi mencegah gangguan pencernaan dan merupakan salah satu makanan yang paling efektif, terutama jika terjadi diare. Diare adalah masalah yang berdampak negatif pada sistem kekebalan tubuh. Selain mencegah diare, konsumsi nasi juga memastikan perlindungan keseimbangan cairan tubuh.

Karena tidak memiliki komponen alergen seperti laktosa dan gluten, tidak memiliki efek negatif pada sistem pencernaan dan usus. Dibandingkan susu sapi dan kedelai, komposisi asam amino protein beras lebih mirip dengan yang ada di ASI.

Beras juga kaya akan asam amino leusin. Leusin mendukung produksi energi dengan mengatur gula darah, digunakan dalam produksi hormon pertumbuhan, membantu mengubah lemak menjadi energi dan memiliki efek penting pada penyembuhan luka. Kekurangan asam folat memfasilitasi perkembangan berbagai jenis kanker seperti kanker usus besar, kanker rahim dan kanker payudara. Selain itu, kekurangan asam folat juga bisa mengundang penyakit Alzheimer. Menurut data USA Rice Federation, 100 gr. Nasi rebus mengandung 2 mcg asam folat. Beras, yang merupakan sumber penting asam folat, dapat efektif mencegah kanker dan pendarahan otak serta mengurangi risiko Alzheimer di masa mendatang.