Manfaat ajaib dari mengonsumsi ikan telah terungkap!

Ikan merupakan salah satu makanan yang harus dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan yang cukup dan seimbang. Fakta bahwa itu mengandung asam lemak omega-3, vitamin D dan selenium, kaya protein dan rendah lemak jenuhnya membuat ikan dan makanan laut jauh lebih berharga. Ternyata ikan (terutama salmon, mackerel, teri, dan sarden) yang dikonsumsi dalam porsi 85 gram sekali atau dua kali seminggu menurunkan risiko kematian akibat penyakit jantung hingga 36 persen.

APAKAH ADA KOMPONEN BERBAHAYA PADA IKAN?

Saat ini, banyak senyawa berbahaya bagi lingkungan seperti merkuri dan polychlorinated biphenyls (PCBs) juga mempengaruhi makanan. Senyawa tersebut dapat ditemukan pada sayur mayur, buah-buahan, telur dan daging merah serta ikan. Merkuri dalam dosis yang sangat tinggi dapat mempengaruhi sistem saraf pusat pada orang dewasa, menyebabkan beberapa kerusakan. Menghindari konsumsi ikan dapat mengurangi konsumsi senyawa berbahaya ini, tetapi dalam hal ini, bagaimana kita mendapatkan manfaat dari berbagai manfaat ikan? Studi yang dilakukan beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa jumlah PCB dan merkuri pada ikan sangat rendah dan jumlah ini hampir sama dengan daging merah, produk susu dan telur. Tubuh kita dapat mentolerir banyak komponen berbahaya yang kita temui dalam kehidupan sehari-hari sampai batas tertentu. Pada titik ini, seberapa banyak dan seberapa sering Anda terpapar senyawa ini sangat penting. Seperti semua makanan, jika Anda mengonsumsi ikan dengan cukup dan seimbang, tidak ada risiko kesehatan.

Wanita hamil sebaiknya mengonsumsi ikan setidaknya dua kali seminggu

Ibu hamil juga harus memperhatikan konsumsi ikan. Asupan merkuri yang tinggi dapat berdampak negatif pada perkembangan otak pada bayi, tetapi konsumsi omega-3 yang tidak mencukupi bisa sangat berbahaya bagi bayi. Dalam penelitian yang dilakukan terhadap 12.000 ibu hamil ditemukan bahwa skor kecerdasan, perilaku dan perkembangan anak dari ibu yang mengonsumsi ikan kurang dari dua kali seminggu lebih rendah dibandingkan anak dari ibu yang mengonsumsi ikan minimal dua hari dalam seminggu. Studi lain oleh peneliti Harvard menemukan bahwa bayi dari ibu yang mengonsumsi ikan setidaknya dua kali seminggu selama kehamilan mereka dan juga memiliki asupan merkuri yang lebih rendah memiliki skor pengenalan visual yang lebih tinggi pada usia 6 bulan.

Otoritas Keamanan Pangan Eropa (EFSA) menyatakan bahwa konsumsi ikan berminyak, yang merupakan sumber asam lemak omega-3, perlu mengonsumsi 2-4 gram EPA dan DHA setiap hari untuk mencapai efek menguntungkan yang diharapkan pada tekanan darah. dan tingkat trigliserida. Digarisbawahi bahwa mengonsumsi EPA dan DHA 250 miligram per hari sudah cukup untuk menjaga kesehatan jantung. Selain itu, EFSA menyatakan bahwa 5 gram suplemen omega-3 per hari tidak akan menimbulkan masalah keamanan bagi orang dewasa.

SUP IKAN

Bahan

1 ikan bass ukuran sedang (sekitar 1200 g)

Setengah ikat peterseli

1 lembar daun salam

5-6 merica hitam

1 batang daun seledri

1,5 wortel ukuran sedang (75 gram)

Setengah dari kentang besar (100 gram)

1 seledri kecil (75 gram)

1 butir telur

1 buah lemon

1 sendok teh tepung terigu

Lada hitam, garam

Persiapan untuk:

Masukkan bawang bombay, setengah ikat batang peterseli, daun salam, daun seledri, merica ke dalam panci. Tambahkan 8 gelas air dan biarkan mendidih. Kemudian tambahkan ikan yang sudah dibersihkan dan masak dengan api kecil (10-15 menit tergantung ukuran ikannya), tanpa membiarkan ikan menyebar. Saat ikan sudah matang, angkat dari air dan tiriskan kaldu ikan. Pisahkan ikan dari tulangnya dan siapkan dalam potongan besar. Potong wortel, seledri, dan kentang menjadi kubus kecil. Tuang kaldu ikan yang sudah disaring ke dalam panci bersih, tambahkan sayuran dan masak hingga sayuran empuk. Untuk sausnya, kocok telur dan jus lemon dengan satu sendok teh tepung. Sesuaikan suhu sup dengan kaldu dan tambahkan perlahan ke dalam sup, aduk perlahan. Tambahkan ikan yang telah Anda ekstrak ke dalam sup dan angkat sup dari api. Tambahkan peterseli cincang halus di atasnya, tutup panci dan diamkan selama 10 menit. Lalu sajikan. Selamat makan.